• Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Internasional
  • Sirkular
  • Serba-serbi
  • Sport
    • Sepak Bola
  • Opini
Font ResizerAa
narakita.idnarakita.id
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Internasional
  • Sirkular
  • Serba-serbi
  • Sport
  • Opini
Search
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Internasional
  • Sirkular
  • Serba-serbi
  • Sport
    • Sepak Bola
  • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Terkini

Nadiem Makarim Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi Laptop, “Sudah Dikawal Sejak Awal”

Nugroho P.
Last updated: Juni 10, 2025 12:39 pm
Nugroho P.
Juni 10, 2025
Share
4 Min Read
Nadiem Makarim
SHARE

NARAKITA, JAKARTA – Isu korupsi mengguncang dunia pendidikan Indonesia. Kali ini, proyek digitalisasi pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada periode 2019–2023 tengah disorot. Proyek yang menyangkut pengadaan lebih dari satu juta unit laptop Chromebook itu kini dalam proses penyidikan oleh Kejaksaan Agung.

Mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, akhirnya angkat bicara. Dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2025), ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan telah dijalankan dengan prinsip transparansi serta melibatkan berbagai lembaga pengawasan.

“Sejak awal, kami sangat memahami risiko besar dari proyek berskala besar seperti ini. Oleh karena itu, prosesnya dikawal ketat, termasuk oleh BPKP dan Jamdatun,” ucap Nadiem.

Menurutnya, dalam proses pengadaan tidak ada intervensi langsung dari kementerian dalam penunjukan vendor ataupun penetapan harga. Semua prosedur diklaim telah mengikuti ketentuan e-katalog dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Tujuannya jelas, untuk menghindari konflik kepentingan. Vendor tidak ditunjuk langsung, semua dilakukan melalui mekanisme yang terbuka,” ujarnya.

Nadiem juga menyebut, pendampingan hukum dari Kejaksaan Agung dimulai sejak awal proyek. Jamdatun disebut telah memberi surat resmi pendampingan pada 24 Juni 2020. Bahkan, kementeriannya melakukan konsultasi dengan KPPU untuk memastikan tidak ada praktik monopoli.

“Semua jalur formal telah kami tempuh. Kami terbuka pada audit dan pendampingan dari berbagai lembaga negara,” jelasnya lagi.

Namun, Kejaksaan Agung tetap melanjutkan penyidikan. Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, menyatakan bahwa ada dugaan kuat soal persekongkolan dalam pengadaan peralatan TIK tersebut. Salah satunya adalah arahan untuk mengutamakan sistem operasi ChromeOS, padahal uji coba sebelumnya dianggap belum menunjukkan hasil maksimal.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa jaringan internet di banyak daerah belum mendukung perangkat Chromebook secara optimal. Tapi proyek tetap dilanjutkan,” kata Harli dalam konferensi pers (26/5/2025).

Dalam penyelidikan, penyidik Kejagung telah melakukan penggeledahan di dua lokasi, yakni Apartemen Kuningan Place dan Ciputra World 2. Dari sana, sejumlah dokumen penting serta barang bukti elektronik telah disita.

Nama dua mantan staf khusus Nadiem, Fiona Handayani dan Juris Stan, turut mencuat dalam kasus ini. Keduanya kini dicekal untuk kepentingan penyidikan.

Harli menambahkan bahwa dari total anggaran sebesar Rp9,9 triliun, sekitar Rp3,5 triliun digunakan melalui pendanaan langsung satuan pendidikan, sementara sisanya didistribusikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Uji coba penggunaan Chromebook sudah pernah dilakukan pada 2019, dan hasilnya kurang efektif. Tapi pengadaan tetap dilanjutkan, dan ini jadi sorotan utama penyidik,” ungkap Harli.

Hotman Paris, kuasa hukum Nadiem, menegaskan bahwa proyek ini telah melalui audit dan tidak ditemukan pelanggaran. Ia juga menyebut bahwa keterlibatan berbagai lembaga pengawas menjadi bukti kehati-hatian dalam pengelolaan proyek.

“APBU, BPKP, Jamdatun—semuanya sudah dilibatkan. Kalau masih ada yang dipersoalkan, ya kita hormati proses hukumnya,” kata Hotman.

Kejagung juga memastikan bahwa penyidikan akan dilanjutkan dengan memilah temuan-temuan yang sudah ditangani oleh lembaga lain, termasuk Kejaksaan Tinggi Lampung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang sempat menyentuh isu serupa.

Nadiem sendiri menyatakan keterkejutannya atas perkembangan kasus ini. Namun ia tetap optimistis bahwa proses hukum akan membuktikan upaya yang telah dilakukan untuk menjaga integritas proyek tersebut.

“Saya harap publik memahami, bahwa setiap tahapan dalam pengadaan ini telah kami upayakan sebaik mungkin agar sesuai aturan dan terhindar dari penyalahgunaan,” tutupnya. (*)

TAGGED:chromebookkasus korupsikorupsi chromebookNadiem Makarim
Share This Article
Email Copy Link Print

T E R K I N I

Agustina Ajak Investor Bangun PSEL Jatibarang, Target Rampung 2027
Juli 29, 2025
Pemkot Semarang Gandeng Pesantren Kelola Sampah, Wujudkan Habit Lingkungan Bersih
Juli 29, 2025
Jateng Tawarkan 15 Proyek Strategis di CJIBF 2025, Dorong Investasi Hijau dan Hilirisasi
Juli 29, 2025
Perubahan APBD Jateng 2025: Tetap Fokus Infrastruktur dan Dukung Swasembada Pangan
Juli 29, 2025
Pemprov Kembali Gelar Pasar Rakyat dan Budaya, Gratis dan Terbuka untuk Umum
Juli 28, 2025

Trending Minggu Ini

Cak Imin Usul, Gubernur Dipilih Presiden. Upaya Mundurkan Demokrasi?
Juli 26, 2025
Bikin Geger! Baru Sehari Diresmikan, Koperasi Merah Putih Percontohan di Tuban Langsung Tutup
Juli 23, 2025
Damkar Memang Andalan! Hp Hilang Pelajar Cilacap Lapor Damkar, 20 Menit Langsung Ketemu
Juli 22, 2025
Undip Bantu Kopi Sekipan Naik Kelas Lewat Inovasi Kemasan dan Branding
Juli 26, 2025
Puan Sepakati Pernyataan Prabowo: Hubungan PDIP dan Gerindra dari Dulu Kakak-Adik
Juli 24, 2025

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Rp40,34 Triliun Dana Desa Sudah Tersalur, BLT Menjangkau Hampir 8.000 Desa

T. Budianto
Nasional

Golkar Dukung Pilkada Lewat DPRD, Sepakat Usulan Cak Imin

T. Budianto
Nasional

Dasco: Parpol Masih Kaji Format Pemilu, Belum Ada Sikap Final

T. Budianto
Ilustrasi energi baru terbarukan (ebt) pembangkit listrik tenaga angin dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (narakita/grafis/tera)
Ekonomi Sirkular

90 Persen Proyek Energi Terbarukan Lebih Murah daripada Listrik Fosil, tapi . . .

R. Izra
narakita.id
Facebook Twitter Youtube

Narakita merupakan media kolaboratif dengan tagline “New Hope for Everyone” yang membuka ruang untuk semua ide, semua koneksi dan semua masa depan.

  • Home
  • Kantor dan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat Penggunaan
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?